Sejarah Diturunkan Ayat tentang Asmaul Husna
Di dalam kitab
asbabunnuzul diterangkan bahwa pada suatu hari Rasulullah melakukan shalat di
Mekah dan berdoa dengan kata-kata: "Ya Rahman, Ya Rahim". kemudian
Doa tersebut terdengar oleh sebagian kaum musyrikin. Saat itu kamu musyrikin
berkata, "Perhatikan orang yang murtad dari agamanya! dia melarang kita
menyeru dua Tuhan, dan ia sendiri menyeru dua Tuhan".
Dari adanya
ucapan tersebut, turunlah Surat Al-Isra:110:
قُلِ ادْعُوا
اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ
ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ
سَبِيلًا
Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama
yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna dan janganlah kamu
mengeraskan suaramu dalam shalat mu dan janganlah pula merendahkannya dan
carilah jalan tengah di antara kedua itu".(Q.S. Al-Isra:110)
Berdasarkan
Surat Al-Isra:110, kaum musyrikin mengira bahwa Rasulullah, menyebut nama Allah
dan Ar-Rahman karena sepengetahuan mereka di daerah Yamamah ada orang yang
mempunyai nama Rahman. Dengan turunnya Q.S. al-Isra ayat 110, hal tersebut
mematahkan dugaan mereka (kaum musyrikin). Kemudian Pada ayat lain, Allah SWT
berfirman:
وَلِلَّهِ
الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي
أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ
"Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan
menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari
kebenaran dalam nama-nama Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa
yang telah mereka kerjakan". (Q.S. Al-A’raf:180).
Pengertian Asmaul Husna
Secara harfiyah, pengertian Asmaul
Husna adalah "nama-nama yang baik".
Asmaul Husna merujuk kepada
nama-nama, gelar, sebutan, sekaligus sifat-sifat Allah SWT yang indah lagi
baik.
Istilah Asmaul Husna juga
dikemukakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:
"Dialah
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai
asmaa'ul husna (nama-nama yang baik)"
(Q.S. Thaha:8).
Umat Islam dianjurkan berdoa kepada
Allah sambil menyebut Asmaul Husna. Misalnya, saat seorang Muslim memohon
ampunan-Nya, maka ia berdoa mohon ampun sambil menyebut "Al-Ghoffaar" (Yang Maha
Pengampun) dan seterusnya.
"Katakanlah
(olehmu Muhammad): Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana
saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa'ul husna (nama-nama yang
terbaik)..." (Q.S Al-Israa': 110).
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُالْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا...
"Allah
memiliki Asmaul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama
yang baik itu..." (QS. Al-A'raaf : 180).
Jumlah Asmaul Husna adalah 99
nama, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, diperkuat
dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata
Nabi Muhammad Saw bersabda:
إنَّ لِلَّهِ
تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًامِائَةً
إِلَّا وَاحِدًا مَنْ
أَحْصَاهَادَخَلَ
الْجَنَّةَ
"Sesungguhnya Allah Swt mempunyai 99 nama, yaitu seratus kurang
satu, barangsiapa menghitungnya (menghafal seluruhnya) masuklah ia kedalam
surga" (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah,
Ahmad, dan Al-Baihaqy).
Selain 99 Nama
Asmaul Husna di atas, terdapat versi tambahan. Jumlah 99 adalah yang paling
masyhur berdasarkan hadits shahih.
Selain itu, Ibnu Hamz meriwayatkan
jumlah Asmaul-Husna dengan 84 nama, Al-Asbahani dengan 95 nama, Walid bin
Muslim, Abdul Aziz ibn Al-Husain dan Ibnu Hajar dengan 99 nama, Abdul Malik
Al-Sona’any 100, Ibnu Majah 114 nama, Al-Qurtuby
menyebutkan 117 nama, Imam Thabrani 130 nama, Ibnu Araby 141 nama, Ibnu Mandah 148 nama, Al-Baihaqi 154 nama,
dan Ibnu Al-Wazir 167 nama.
Tambahan Asma-Ul-Husna Menurut Versi Thabrani
1. ar-Raab = Maha Memelihara
1. ar-Raab = Maha Memelihara
2. al-Ilah = Tuhan
3. al-Hannan = Maha Kasih
4. al-Mannan = Maha Pemberi Anugerah
5. al-Bari’ = Maha Menjadikan
6. al-Qaimul Fard = Maha Berdiri Sendiri
7. al-Qadir = Maha Menentukan
8. al-Farad = Maha Sendiri
9. al-Mughits = Maha Membantu
10. ad-Da’im = Maha Kekal
11. al-Hamid = Maha Terpuji
12. al-Jamil = Maha Indah
13. as-Shadiq = Maha Benar
14. al-Muwalli = Maha Memimpin
15. an-Nashir = Maha Penolong
16. al-Qadim = Maha Dahulu
17. al-Witru = Maha Esa
18. al-Fathir = Maha Pencipta
19. al-Allam = Maha Mengetahui
20. al-Malik = Maha Raja
21. al-Ikram = Maha Mulia
22. al-Mudabbir = Maha Mengatur
23. al-Maalik = Maha Memiliki
24. as-Syakur = Maha Mensyukuri
25. ar-Rafi’ = Maha Tinggi
26. Zul Thawil = Maha Mempunyai Kekuasaan
27. Zul Ma’arij = Maha Mempunyai Jenjang/ tahapan
28. Zul Fadhlil = Khalaq Maha Mempunyai Kelebihan Makhluk
28. Zul Fadhlil = Khalaq Maha Mempunyai Kelebihan Makhluk
29. al-Mun’im = Maha Pemberi Nikmat
30. al-Mutafadhal = Maha Utama
31. as-Sari’ = Maha Cepat
Tambahan Asma-Ul-Husna versi Ibnu Hazmi
1. al-Khafi = Maha Tersembunyi
1. al-Khafi = Maha Tersembunyi
2. al-Ghallab = Maha Menang
3. al-Musta’an = Maha Penolong
Tambahan Asma-Ul-Husna versi Ibnu Majah Dari Al-Araj
1. al-Bari’ = Maha Pemelihara
1. al-Bari’ = Maha Pemelihara
2. al-Rasyid = Maha Cendikiawan
3. al-Burhan = Maha Pembukti
4. as-Syadid = Maha Keras
5. al-Waqi = Maha Pemelihara
6. al-Qaim = Maha Berdiri
7. al-Hafiz = Maha Menjaga
8. an-Nazhir = Maha Melihat
9. as-Sami’ = Maha Mendengar
10. al-Mu’thi = Maha Pemberi
11. al-Abad = Maha Abadi
12. al-Munir = Maha Menerangi
13. at-Taam = Maha Sempurna
14. al-Qadim = Maha Kekal
15. al-Witru = Maha Esa
Keagungan Asmaul Husna
Nama-nama Allah
(asma ‘ul-husna) yang disebutkan dalam al-Qur’an adalah sebagai berikut :
·
Nama yang berhubungan dengan Allah ialah; al-Wahid
atau Ahad (Yang Maha Esa), al-Haqq (Yang Maha Benar), al-Quddus (Yang Maha
Suci) al-Shamad (Yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya) sedang DIA sendiri
tak bergantung kepada siapa pun, al-Ghani (Yang Maha-cukup sendiri) al-Awwal
(Yang paling awal), al-Akhir (Yang paling akhir), al-Hayyu (Yang hidup kekal),
al-Qayyum (Yang maujud sendiri).
·
Nama yang berhubungan dengan makhluk Allah ialah;
al-Khaliq (Yang menciptakan), al-Bari (Yang menciptakan ruh), al-Mushawwir
(Yang membentuk), al-Badi’ (Yang menciptakan pertama kali).
·
Nama yang berhubungan dengan sifat cinta kasih Allah
(selain sifat Rabb, Rahman dan Rahiim) ialah; al-Rauf (Yang Maha kasih sayang),
al-Wadud (Yang penuh cinta kasih), al-Lathif (Yang lembut hati), al-Tawwab
(Yang berulang-ulang kasih sayang-Nya), al-Halim (Yang Maha penyantun),
al-’Afuwwu (Yang Maha Mengampuni), al-Syakur (Yang melipat ganjaran), al-Salam
(Pencipta perdamaian), al-Mu’min (Yang menganugrahkan keamanan), al-Barru (Yang
dermawan), Rafi’ud-Drajat (Yang meninggikan drajat), al-Razzaq (Pemberi
rezeki), al-Wahhab (Yang Maha Memberi), al-Wasi’ (Yang melimpah pemberian-Nya).
·
Nama yang berhubungan dengan keagungan dan kemuliaan
Allah ialah; al-’Adzim (Yang Maha agung), al-’Aziz (Yang Maha perkasa),
al-’Aliyyu atau Muta’al (Yang Maha Luhur), al-Qawiyyu (Yang Maha Kuat),
al-Qahhar (Yang Maha unggul, al-Jabbar (Yang memperbaiki segala sesuatu dengan
kekuatanyang luar biasa), al-Mutakabbir (Yang memiliki kebesaran), al-Kabir (Yang
Maha-besar), al-Karim (Yang Maha-mulia), al-Hamid (Yang Maha-terpuji), al-Majid
(Yang Maha Jaya), al-Matin (Yang Maha-Kuat), azh-Zhahir (Yang menang),
Dhul-Jalali wal-Ikram (Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan).
·
Nama yang berhubungan dengan ilmu Allah ialah;
al-’Alim (Yang Maha Tahu), al-Hakim (Yang Maha bijaksana), as-Sami’ (Yamg Maha
melihat), asy-Syahid (Yang Maha menyaksikan), ar-Raqib (Yang Maha mengawasi),
al-Bathin (Yang Maha tahu segala sesuatu yang tersembunyi), al-Muhaimin (Yang
menjaga semuanya).
·
Nama yang berhubungan dengan penguasaan Allah terhadap
makhluk ialah; al-Qadir atau Muqtadir (Yang Maha-kuasa), al-Wakil (Yang
mengurus segala sesuatu), al-Waliyyu (Yang melindungi), al-Hafizh (Yang
memelihara), al-Maalik (Raja), al-Malik (Yang memiliki), al-Fattah (Yang
memutus perkara), al-Haasib atau al-Hasiib (Yang menghitung), al-Mutaqim atau
Dhun tiqam (Yang menimpakan pembalasan), al-Muqith (Yang menguasai segala
sesuatu).
Nama Allah yang
di ambil dari beberapa perbuatan atau sifat Allah yang disebutkan dalam
al-Qur’an ialah; al-Qabidlu (Yang menyempitkan), al-Basithu (Yang melapangkan),
al-Rafi’u (Yang meninggikan), al-Muizzu (Yang memberi kehormatan), al-Mudhillu
(Yang mendatangkan kehinaan), al-Mujib (Yang mengabulkan do’a), al-Baits (Yang membangkitkan
dari kubur), al-Muhsyi (Yang mencatat segala sesuatu), al-Mubdi (Yang memulai),
al-Mu’id (Yang mengulangi), al-Muhyi (Yang memberi hidup), al-Mumit (Yang
menyebabkan mati), Malikul-mulk (Yang memiliki kerajaan), al-Jami (Yang
menghimpun) al-Mughni (Yang memperkaya), al-Mu’thi (Yang memberi), al-Mani’
(Yang menahan atau mencegah), al-Hadi (Yang memberi petunjuk), al-Baqi (Yang
kekal), al-Waris (Yang mewariskan segala sesuatu).
Adapun sisa
dari 99 asma’ul-husna ialah; an-Nur (Cahaya). Allah Ta’ala di sebut Nur dalam arti Yang memberi cahaya (QS.24:35); ash-Shabur
(Yang Maha-sabar), ar-Rasyid (Yang menunjukkan), al-Muqsith (Yang tak berat
sebelah), al-Wali (Yang memerintah), al-Jalil (Yang penuh kebesaran), al-’Adlu (Yang
Maha adil), al-Khafidlu (Yang memelihara), al-Wajid (Yang maujud), al-Muqaddim
(Yang terdahulu), al-Muakhir (Yang terakhir), adl-Diarr (Yang mendatangkan
kemalangan), an-Nafi’u (Yang memberi faedah). Masih ada dua sifat Allah yang
berhubungan dengan kalam (firman) dan iradah (kehendak).
Sifat cinta
kasih Allah dalam al-Qur’an lebih ditonjolkan ketimbang Kitab Suci yang lain.
Bukan saja setiap surat diawali dengan dua sifat Rahman dan Rahim, ini
menunjukkan bahwa kasih sayang Allah itu amat menonjol, bahkan al-Qur’an
melangkah lebih jauh lagi, dengan memberi tekanan berat kepada Maha-luasnya
rahmat (kemurahan) Allah yang tak terhingga.
Berikut ini
beberapa contoh yang disebutkan dalam al-Qur’an :
”Ia telah menetapkan rahmat atas diri-Nya” (QS.6:12 & 54).
”Tuhan kamu adalah Tuhannya rahmat yang maha-luas” (QS.6:164).
”Dan kasih sayang-Ku meliputi segala sesuatu” (QS.7:156).
”...kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk
itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah
ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan
manusia (yang durhaka) semuanya.” (QS.11:119).
”Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka
sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS.39:53).
”Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu,” (QS.40:7).
Rahmat Allah
begitu besar, hingga itu merangkum kaum mukmin dan kaum kafir, sebagaimana
diuraikan dalam ayat tersebut. Malahan para musuh Nabi juga dikaruniai rahmat
Allah. Al-Qur’an menyatakan:
”Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah
(datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam
(menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS.10:21).
Gambaran sifat
Allah yang dilukiskan dalam al-Qur’an dari awal hingga akhir, semuanya berupa
cinta dan kasih sayang; dan sementara sifat kasih sayang Allah diuraikan dengan
berbagai nama dan diulang beratus kali, sifat Allah menimpakan siksaan – Yang
menimpakan pembalasan – hanya tercantum empat kali saja di seluruh al-Qur’an.
·
"Pada hari ketika
tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga)
kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan
hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya.” (QS.3:30),
·
”Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram.
Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah
mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya,
menurut putusan dua orang yang adil diantara kamu sebagai had-yad yang dibawa
sampai ke Ka'bah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan
orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu,
supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa
yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah
akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.” (QS.5:95),
·
”Karena itu janganlah
sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya;
sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan.” (QS.14:47), dan
·
”Dan barangsiapa yang
diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya.
Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?” (QS.39:37)
No.
|
Nama
|
Arab
|
Indonesia
|
Allah
|
الله
|
Allah
|
|
1
|
Ar
Rahman
|
الرحمن
|
Yang
Maha Pengasih
|
2
|
Ar
Rahiim
|
الرحيم
|
Yang
Maha Penyayang
|
3
|
Al
Malik
|
الملك
|
Yang
Maha Merajai/Memerintah
|
4
|
Al
Quddus
|
القدوس
|
Yang
Maha Suci
|
5
|
As
Salaam
|
السلام
|
Yang
Maha Memberi Kesejahteraan
|
6
|
Al
Mu`min
|
المؤمن
|
Yang
Maha Memberi Keamanan
|
7
|
Al
Muhaimin
|
المهيمن
|
Yang
Maha Pemelihara
|
8
|
Al
`Aziiz
|
العزيز
|
Yang
Maha Perkasa
|
9
|
Al
Jabbar
|
الجبار
|
Yang
Memiliki Mutlak Kegagahan
|
10
|
Al
Mutakabbir
|
المتكبر
|
Yang
Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
|
11
|
Al
Khaliq
|
الخالق
|
Yang
Maha Pencipta
|
12
|
Al
Baari`
|
البارئ
|
Yang
Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
|
13
|
Al
Mushawwir
|
المصور
|
Yang
Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
|
14
|
Al
Ghaffaar
|
الغفار
|
Yang
Maha Pengampun
|
15
|
Al
Qahhaar
|
القهار
|
Yang
Maha Memaksa
|
16
|
Al
Wahhaab
|
الوهاب
|
Yang
Maha Pemberi Karunia
|
17
|
Ar
Razzaaq
|
الرزاق
|
Yang
Maha Pemberi Rezeki
|
18
|
Al
Fattaah
|
الفتاح
|
Yang
Maha Pembuka Rahmat
|
19
|
Al
`Aliim
|
العليم
|
Yang
Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
|
20
|
Al
Qaabidh
|
القابض
|
Yang
Maha Menyempitkan (makhluk-Nya)
|
21
|
Al
Baasith
|
الباسط
|
Yang
Maha Melapangkan (makhluk-Nya)
|
22
|
Al
Khaafidh
|
الخافض
|
Yang
Maha Merendahkan (makhluk-Nya)
|
23
|
Ar
Raafi`
|
الرافع
|
Yang
Maha Meninggikan (makhluk-Nya)
|
24
|
Al
Mu`izz
|
المعز
|
Yang
Maha Memuliakan (makhluk-Nya)
|
25
|
Al
Mudzil
|
المذل
|
Yang
Maha Menghinakan (makhluk-Nya)
|
26
|
Al
Samii`
|
السميع
|
Yang
Maha Mendengar
|
27
|
Al
Bashiir
|
البصير
|
Yang
Maha Melihat
|
28
|
Al
Hakam
|
الحكم
|
Yang
Maha Menetapkan
|
29
|
Al
`Adl
|
العدل
|
Yang
Maha Adil
|
30
|
Al
Lathiif
|
اللطيف
|
Yang
Maha Lembut
|
31
|
Al
Khabiir
|
الخبير
|
Yang
Maha Mengenal
|
32
|
Al
Haliim
|
الحليم
|
Yang
Maha Penyantun
|
33
|
Al
`Azhiim
|
العظيم
|
Yang
Maha Agung
|
34
|
Al
Ghafuur
|
الغفور
|
Yang
Maha Pengampun
|
35
|
As
Syakuur
|
الشكور
|
Yang
Maha Pembalas Budi (Menghargai)
|
36
|
Al
`Aliy
|
العلى
|
Yang
Maha Tinggi
|
37
|
Al
Kabiir
|
الكبير
|
Yang
Maha Besar
|
38
|
Al
Hafizh
|
الحفيظ
|
Yang
Maha Memelihara
|
39
|
Al
Muqiit
|
المقيت
|
Yang
Maha Pemberi Kecukupan
|
40
|
Al
Hasiib
|
الحسيب
|
Yang
Maha Membuat Perhitungan
|
41
|
Al
Jaliil
|
الجليل
|
Yang
Maha Mulia
|
42
|
Al
Kariim
|
الكريم
|
Yang
Maha Mulia
|
43
|
Ar
Raqiib
|
الرقيب
|
Yang
Maha Mengawasi
|
44
|
Al
Mujiib
|
المجيب
|
Yang
Maha Mengabulkan
|
45
|
Al
Waasi`
|
الواسع
|
Yang
Maha Luas
|
46
|
Al
Hakiim
|
الحكيم
|
Yang
Maha Maka Bijaksana
|
47
|
Al
Waduud
|
الودود
|
Yang
Maha Mengasihi
|
48
|
Al
Majiid
|
المجيد
|
Yang
Maha Mulia
|
49
|
Al
Baa`its
|
الباعث
|
Yang
Maha Membangkitkan
|
50
|
As
Syahiid
|
الشهيد
|
Yang
Maha Menyaksikan
|
51
|
Al
Haqq
|
الحق
|
Yang
Maha Benar
|
52
|
Al
Wakiil
|
الوكيل
|
Yang
Maha Memelihara
|
53
|
Al
Qawiyyu
|
القوى
|
Yang
Maha Kuat
|
54
|
Al
Matiin
|
المتين
|
Yang
Maha Kokoh
|
55
|
Al
Waliyy
|
الولى
|
Yang
Maha Melindungi
|
56
|
Al
Hamiid
|
الحميد
|
Yang
Maha Terpuji
|
57
|
Al
Muhshii
|
المحصى
|
Yang
Maha Mengkalkulasi
|
58
|
Al
Mubdi`
|
المبدئ
|
Yang
Maha Memulai
|
59
|
Al
Mu`iid
|
المعيد
|
Yang
Maha Mengembalikan Kehidupan
|
60
|
Al
Muhyii
|
المحيى
|
Yang
Maha Menghidupkan
|
61
|
Al
Mumiitu
|
المميت
|
Yang
Maha Mematikan
|
62
|
Al
Hayyu
|
الحي
|
Yang
Maha Hidup
|
63
|
Al
Qayyuum
|
القيوم
|
Yang
Maha Mandiri
|
64
|
Al
Waajid
|
الواجد
|
Yang
Maha Penemu
|
65
|
Al
Maajid
|
الماجد
|
Yang
Maha Mulia
|
66
|
Al
Wahiid
|
الواحد
|
Yang
Maha Tunggal
|
67
|
Al
Ahad
|
الاحد
|
Yang
Maha Esa
|
68
|
As
Shamad
|
الصمد
|
Yang
Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
|
69
|
Al
Qaadir
|
القادر
|
Yang
Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
|
70
|
Al
Muqtadir
|
المقتدر
|
Yang
Maha Berkuasa
|
71
|
Al
Muqaddim
|
المقدم
|
Yang
Maha Mendahulukan
|
72
|
Al
Mu`akkhir
|
المؤخر
|
Yang
Maha Mengakhirkan
|
73
|
Al
Awwal
|
الأول
|
Yang
Maha Awal
|
74
|
Al
Aakhir
|
الأخر
|
Yang
Maha Akhir
|
75
|
Az
Zhaahir
|
الظاهر
|
Yang
Maha Nyata
|
76
|
Al
Baathin
|
الباطن
|
Yang
Maha Ghaib
|
77
|
Al
Waali
|
الوالي
|
Yang
Maha Memerintah
|
78
|
Al
Muta`aalii
|
المتعالي
|
Yang
Maha Tinggi
|
79
|
Al
Barri
|
البر
|
Yang
Maha Penderma
|
80
|
At
Tawwaab
|
التواب
|
Yang
Maha Penerima Tobat
|
81
|
Al
Muntaqim
|
المنتقم
|
Yang
Maha Pemberi Balasan
|
82
|
Al
Afuww
|
العفو
|
Yang
Maha Pemaaf
|
83
|
Ar
Ra`uuf
|
الرؤوف
|
Yang
Maha Pengasuh
|
84
|
Malikul
Mulk
|
مالك الملك
|
Yang
Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
|
85
|
Dzul
Jalaali Wal Ikraam
|
ذو الجلال و الإكرام
|
Yang
Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
|
86
|
Al
Muqsith
|
المقسط
|
Yang
Maha Pemberi Keadilan
|
87
|
Al
Jamii`
|
الجامع
|
Yang
Maha Mengumpulkan
|
88
|
Al
Ghaniyy
|
الغنى
|
Yang
Maha Kaya
|
89
|
Al
Mughnii
|
المغنى
|
Yang
Maha Pemberi Kekayaan
|
90
|
Al
Maani
|
المانع
|
Yang
Maha Mencegah
|
91
|
Ad
Dhaar
|
الضار
|
Yang
Maha Penimpa Kemudharatan
|
92
|
An
Nafii`
|
النافع
|
Yang
Maha Memberi Manfaat
|
93
|
An
Nuur
|
النور
|
Yang
Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
|
94
|
Al
Haadii
|
الهادئ
|
Yang
Maha Pemberi Petunjuk
|
95
|
Al
Baadii
|
البديع
|
Yang
Indah Tidak Mempunyai Banding
|
96
|
Al
Baaqii
|
الباقي
|
Yang
Maha Kekal
|
97
|
Al
Waarits
|
الوارث
|
Yang
Maha Pewaris
|
98
|
Ar
Rasyiid
|
الرشيد
|
Yang
Maha Pandai
|
99
|
As
Shabuur
|
الصبور
|
Yang
Maha Sabar
|